REGISTER SLOT CASINO SPORTSBOOK POKER PROMO BERITA ZHUGELIANG RAJA SANG AHLI STRATEGI YANG GESIT | Cerita Unik

Senin, 06 Desember 2021

ZHUGELIANG RAJA SANG AHLI STRATEGI YANG GESIT

| Senin, 06 Desember 2021

 


            Ceritaunik - Bagi anda yang senang  membaca taktik perang klasik, tentu nya anda tidak asing lagi dengan Zhuge liang atau Kong ming.

Tetapi bagi anda yg belum memahami dengan zhuge liang, tak perlu takut, pos kali ini memang dipersembahkan buat kalian. so enjoy it !

Zhuge Liang atau Kong Ming adalah keliru satu pakar taktik paling briliant yg pernah menginjakkan kaki pada bumi. Sebagaian orang bahkan menduga kecakapan siasat nya mempunyai hubungan langsung menggunakan para ilahi. Walaupun sebenarnya dalam hari ini kita ketahui bahwa siasat “apik” yang diciptakan nya merupakan output belajar panjang nya tentang teknik berperang, ilmu sains, psikologi insan, geografi sampai klimatologi.

Sejarah Zhuge Liang di mulai saat dia berumur 9 tahun, pada masa anak-anaknya ini dia masih tidak dapat berbicara.

Zhuge Liang lahir di keluarga yang sangat miskin. Sehari-hari ayahnya menyuruh dia menggembalakan domba di dekat  sebuah gunung. pada atas gunung tadi masih ada sebuah kuil pendeta Tao, dimana kuil itu ditinggali seorang pendeta tua.

Setiap hari rahib tua tersebut berjalan-jalan kalem pada luar kuil. Waktu dia berjumpa Zhuge Liang, dia mencoba berkomunikasi dengan anak pria tadi menggunakan menggunakan isyarat tangan. Zhuge Liang juga bahagia “berkomunikasi” dengan rahib tua tadi dengan isyarat tangan.

Seiring berjalan nya ketika rahib tua itu menjadi sangat menyayangi Zhuge Liang yang pandai  & dagi. dia mulai mengobati kasus kebisuan anak laki-laki  itu. tidak lama   lalu Zhuge Liang sanggup berbicara!

Zhuge Liang sangat gembira waktu akhirnya beliau sanggup bicara. Dia pulang mendaki menuju ke kuil rahib tao tersebut buat mengucapkan terima kasih.

Pendeta tao tadi memberitahukannya, “saat kau pergi ke rumah, katakan dalam orang tuamu bahwa aku mengangkatmu sebagai anak didik dan saya akan mengajari kamu membaca. Aku pula akan mengajarimu seni astronomi, geografi dan menerapkan teori ying & yg pada pada taktik militer. Apabila orang tuamu sepakat, engkau  wajib  hadir pada sekolah setiap hari & kamu nir boleh sama sekali membolos!”

Semenjak waktu itu, Zhuge Liang sebagai siswa rahib tua tersebut. Hujan atau terperinci, Zhuge Liang akan mendaki gunung buat menerima pelajarannya.

Dia adalah seseorang anak yg sangat pandai  dan rajin. Beliau pula sangat berfokus dalam pelajarannya. selain itu beliau diberkahi daya jangan lupa yg sangat tajam. Oleh sebab itu rahib tua tersebut nir pernah harus mengajari segala sesuatunya hingga 2 kali. Menggunakan sendirinya pendeta tua tersebut sebagai semakin menyayanginya.

Delapan tahun berlalu dengan cepatnya & Zhuge Liang menjadi seorang remaja. suatu hari waktu Zhuge Liang seperti umumnya turun gunung, dia melewati sebuah bangunan tua yang sudah lama   ditinggalkan. Tiba-tiba tiba hembusan angin yg sangat bertenaga, pada ikuti menggunakan badai petir. Zhuge Liang nir punya pilihan lain selain berlari masuk ke bangunan yg sudah usang ditinggalkan itu buat menghindari badai.

Pada sana terdapat seorang wanita belia yg belum pernah dijumpainya. Dia memiliki sepasang mata yang akbar & alis yang tipis. Beliau begitu cantiknya sampai-sampai Zhuge Liang hampir salah  mengiranya merupakan seseorang dewi! misalnya pemuda dalam umumnya diapun segera tertarik dengan wanita belia tersebut.

Waktu badai berhenti, perempuan   manis itu menemui dia di depan pintu & mengatakan padanya menggunakan tersenyum, ”karena sekarang kita telah saling berjumpa. Engkau  bebas buat mampir dan menikmati secangkir teh kapanpun kau ingin beristirahat pada perjalananmu turun atau naik ke gunung.” begitu Zhuge Liang berjalan keluar berdasarkan biara itu, beliau merasa curiga. “mengapa gw nir mengetahui ada orang yang tinggal di bangunan tua ini sebelumnya?” pikirnya.

Semenjak hari itu, Zhuge Liang mulai sering mengunjungi bangunan tua tadi. Setiap kali perempuan   anggun itu selalu menghiburnya dengan ramah tamah. Beliau memasak kuliner yg enak untuknya & selalu membujuknya untuk tinggal lebih lama  .

Selesainya makan malam mereka selalu berbincang-bincang menggunakan seru dan bermain catur. dibandingkan dengan kuil pendeta tua, tentunya bangunan kosong tersebut terasa bagaikan nirwana!

Lantaran selalu memikirkan wanita itu terus menerus, hal ini mengalihkan perhatiannya berdasarkan pendidikannya & beliau mulai kehilangan semangat buat belajar. Semakin lama konsenterasi nya terhadap ajaran dari pendeta tua itu semakin menurun. Beliau jmenjadi pelupa dan mengalami kesulitan pada memeriksa buku pelajaran baru.

Pendeta tua itupun menemukan masalahnya.

Suatu hari beliau memanggil Zhuge Liang dan menarik napas panjang. “lebih gampang menghancurkan sebuah pohon daripada menanam sebuah pohon!” ujarnya. “aku telah menyia-nyiakan banyak waktu buat kamu!”

Zhuge Liang menundukan kepalanya lantaran malu dan mengungkapkan, “pengajar, gw nir akan mengecewakan anda lagi atau menyia-nyiakan ajaran anda!”

“aku nir mempercaimu,” istilah pendeta tao tua.

“aku memahami engkau  adalah seorang anak yg sangat cerdas, karenanya saya ingin mengobati penyakitmu dan memberimu sebuah pendidikan yang layak.

Delapan tahun terakhir ini kamu sudah sangat  baik dalam pendidikanmu, jadi saya berpikir bahwa kerja keras untuk mendidikmu adalah pantas.

Tetapi sekarang kamu melalaikan pendidikanmu. Bagaimanapun pandainya engkau , kamu nir dapat kemana-mana bila engkau  terus-menerus seperti ini! sekarang engkau  berjanji padaku buat nir akan pernah lagi mengecewakan gw. bagaimana aku dapat mempercayai istilah-katamu?”

Rahib tao tua melanjutkan, “semua terdapat penyebabnya.” lalu beliau memilih ke sebatang pohon yang terbungkus sang banyak tanaman  merambat yg tebal di page. “lihat pohon itu,” katanya. “mengapa engkau  pikir pohon itu 1/2 hayati dan sedang berjuang dalam setiap pertumbuhannya?”

“tanaman  merambat yg melilit pohon menghalangi pertumbuhannya!” jawab Zhuge Liang.

“tepat sekali! pohon ini mengalami kesulitan buat tumbuh di gunung cadas dengan tanah yang sedikit ini. namun dia tetap tumbuh lantaran beliau teguh buat membuatkan akar & cabangnya. beliau nir takut udara panas maupun dingin. namun, ketika flora merambat membungkusnya, dia tidak dapat tumbuh lebih tinggi lagi. lucukan bagaimana tumbuhan merambat yg lembut itu sanggup mengalahkan pohon yg tinggi & tegap itu!”

Zhuge Liang sangat pintar, jadi beliau segera memahami apa yg dimaksud sang gurunya. beliau bertanya, “pengajar, anda mengetahui kunjungan saya ke bangunan tua itu?”. rahib tao tua menyampaikan, “hidup pada dekat air, seseorang akan menyelidiki sifat alami ikan. hidup di gunung, seorang akan menilik bahasa burung. gw sudah mengamati engkau  & tingkah lakumu. bagaimana mungkin hubungan asmaramu luput berdasarkan perhatianku?”

Beliau berhenti sebentar sebelum memberitahukan muridnya dengan tatapan yang serius,


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar