REGISTER SLOT CASINO SPORTSBOOK POKER PROMO BERITA Cerita Unik: Guan Yu | Deskripsi Singkat Blog di Sini
Tampilkan postingan dengan label Guan Yu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guan Yu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 November 2021

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 2

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 2

 


                CERITA UNIK - Pada tahun 200, Akhirnya GuanYu mengetahui dimana keberadaan Liu Bei. Dan Guan Yu meninggalkan semua harga beda yang di berikan oleh Cao Cao dan pergi mencari Liu Bei. Tetapi para jendral yang berada di bawah arahan Cao Cao mengatakan dan memberikan ide kepada nya untuk pergi mengejar dan membunuh Guan Yu , akan tetapi Cao Cao menolak usulan tersebut terkait dia sangat salut dan hormat kepada Guan Yu. Setelah itu Guan Yu berhasil menemui Liu Bei di kota Ru'nan.


Beberapa tahun berselang pada tahun 208, Liu Bei melakukan emansipasi dengan bergabung bersama kelompok Dong Wu (Wu Timur) untuk melakukan peperangan melawan Cao Cao. Dalam Peperangan ini terkenal dengan Perang Chi Bi. Akibat dari perang tersebut, sekutu Liu Bei dan Sun Quan berhasil memukul mundur pasukan Cao Cao dan akhirnya mereka kalah dalam perang tersebut. Dalam perang tersebut ada Guan Yu, Zhang Fei, Dan Zhao Yun yang ikut ambil andil dalam perang tersebut. Pada akhirnya Liu Bei lah yang berhasil menguasai wilayah Jiang Nan. Liu Bei kemudian memberikan gelar Thai Sou kepada Guan Yu yang artinya setingkat sebagai bupati pemerintahan di kota Xiang Yang dengan jabatan sebagai JENDRAL.


Pada tahun 211, Liu Bei melakukan invasi dan memerintahkan Zhuge Liang bersama Guan Yu untuk menjaga provinsi Jing Zhou. Setahun berselang Zhuge Liang diperintahkan untuk masuk kedalam wilayah Shu dan hanya tertinggal Guan Yu yang menjaga Wilayah Provinsi tersebut.


Pada musim semi Tahun 215, Sun Quan gagal mengambil kembali wilayah Jing Zhou dari Liu Bei dan membuat Sun Zuan memerintahkan Lu Meng untuk menyerang dan merebut kembali daerah Chang Sa, Gui Yang, dan mengepung daerah Ling Ling. Pada bulan ke 5 pada tahun itu, Liu Bei memimpin pasukan sebanyak 50.000 untuk berperang merebut wilayah kekuasaan yang di duduki oleh oleh Dong Wu dan juga memerintahkan Jendral Perang mereka Guan Yu  membawa 30.000 pasukan untuk membantunya berperang akan tetapi Dong Wu juga tidak sampai situ saja dia sudah mempersiapkan semua dengan matang sehingga hampir tidak mungkin untuk kalah. Pada saat itu Dong Wu memiliki jendral perang mereka yaitu Lu Su mengajak Guan Yu untuk bertemu di kota yang bernama Yi Yang, Dimana ada beberapa pasukan Dong Wu. Guan Yu datang menghadiri acara tersebut dengan hanya membawa pasukan dua orang saja. Guan Yu pun berhasil dengan selamat.


Pada Tahun 219 Liu Bei menobatkan dirinya sebagai Raja Han Zhong dan memberikan jabatan kepada Guan Yu menjadi JENDRAL BESAR. Pada bulan ke-7, Guan Yu mengabaikan ancaman dari Dong Wu dan jadinya terjadi peperangan di kota Fan Cheng yang merupakan wilayah kekuasan Cao Cao. Cao Cao kemudian mengirimkan pasukan yang di pimpin oleh Jendral Yu Jin. Guan Yu yang sedang disana membuat rencana dengan pergi membawa air sungai Han ke daerah tempat pasukan berasal dari negara Wei serta menangkap Yu Jin. Cao Cao yang merasa semakin terancam dan berniat berpindah ibukota, tetapi penasehat hukum Sima Yu mengusulkan untuk bersekutu dengan Shun Quan yaitu raja dari Dong Wu untuk melakukan penyerangan kepada pasukan Guan Yu dari belakang. 


Cao Cao pun setuju dengan rencana tersebut dan bersedia untuk bersekutu. Sun Quan yang juga setuju dengan memerintahkan jendral Lu Meng untuk menyiapkan peperangan dengan Guan Yu. Cao Cao mempunyai cara licik dengan membocorkan penyerangan Sun Quan ini kepada Guan Yu yang bermaksud supaya Guan Yu mundur dari peperangan tersebut.


Setelah Guan Yu mengetahui bahwa jendral Lu Meng telah mempersiapkan perang tersebut ke daerah Provinsi Jing Zhou, Guan Yu menjadi ragu dalam mengambil keputusan apakah akan mundur atau maju untuk menyerang kerjaan Wei atau tetap bertahan di provinsi Jing Zhou.


Apalagi anak buah Guan Yu yang sedang bertugas dalam menjaga wilayah pertahanan Nan Jun seperti Mi Fang dan Fu Shi Ren yang tidak senang dengan Guan Yu karena memihak kepada Sun Quan. Pasukan Wu juga telah menyendera keluarga prajurit Shu, oleh karena itu semangat prajurit Shu menjadi lemah. Setelah itu pasukan keluarga Wu yang telah bekerja sama dengan kerjaan Wei melakukan pengepungan kepada pasukan yang di pimpin oleh Guan Yu dan pada akhirnya kalah oleh pasukan sekutu Wu dan Wei.


Guan Yu bersama beberapa pasukan kerajaan Shu mundur ke wilayah kekuasaan Shu yakni di kota Shang Yong. Tetapi sebelum mereka sampai di perbatasan. Guan Yu telah tertangkap oleh prajurit kerajaan Wu yaitu Ma Zhong. Guan Yu yang begitu setia dengan Loyalitas dan Respect kepada Liu Bei tetap tidak akan menyerahkan diri dan pada akhirnya dia dibunuh oleh Ma Zhong dengan hukuman penggal kepala. Guan Yu pun wafat di Usia 56 tahun. 


Dalam Agama Buddha Guan Yu adalah Bodhisatwa pelindung Dharma, dan di Taoisme Guan Yu dilambangkan dengan kesetiaan dengan gelar " Guan Sheng Di Jun ". Di kalangan warga Tionghua Guan Yu dikenal sebagai Guan Gong

Kamis, 25 November 2021

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 1

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 1

 


                CERITA UNIK - Sejarah tentang Guan Yu memang tidak ada habisnya. Dan begitu banyak vesi yang telah menceritakan tentang dirinya sebagai panglima perang pada masa Samkok ( Tiga Kerjaan ) sebagai jendral Besar di kerajaan Shu Nan. Guanyu sendiri bersama dengan tokoh lainnya seperti Jendral Zhang Fei, Jendral Zhao Yun dan Penasehat militer Zhuge Liang membantu Liu bei mendirikan negara kerjaan Shu Han yaitu menjadi negara kerjaan di Masa Samkok. Guan Yu yang mendapat jabatan sebagai Jendral Besar dan juga gelar bangsawan Shou Ting Hou di masa dinasi Han.


Pada tahun 184, Guan Yu melanggar hukum di daerah kampung halamannya yaitu Hedong yang memaksakan dirinya harus melarikan diri. Lalu ketika dia tiba di daerah Zhuo Jun, GuanYu bertemu dengan Liu Bei yang sedang merekrut pasukan untuk membantu pemerintahan Dinasi Han dalam berperang melawan pemberontakan Huang Jin. Karena mereka memiliki tujuan dan ambisi yang sama yaitu membangkitkan kembali Dinasti Han dan menciptakan kedamaian untuk masyarakat mereka. Dan pada akhirnya Guan Yu memutuskan untuk ikut Liu Bei untuk berjuang mewujudkan impiannya tersebut.


Puluhan peperangan pun telah di lewatinya bersama sahabat sekaligus saudara nya yaitu Liu Bei dan Zhang Fei. Dengan berani dan tanpa takut, Guan Yu bersemangat untuk berperang. Meskipun di peperangan sering terjadi kekalahan dan ketidak pastian. Tapi itu tidak membuat dirinya mundur ataupun mengeluh serta dia tetap setia bersama kedua orang yang sudah di anggap sebagai saudaranya tersebut berperang pada saat itu.


Tahun 196, Liu Bei yang bergabung dengan pihak Cao Cao yang saat itu sedang menjabat sebagai Perdana Menteri Dinasti Han serta merupakan kelompok yang memiliki wewenang dan berkekuatan besar. Guan Yu pernah memberikan ide kepada Liu Bei untuk berperang dan membunuh Cao Cao pada saat melakukan kegiatan berburu binatang liar di dalam hutan lalu usulan Guan Yu ditolak oleh Liu Bei.


Pada tahun 199, Liu Bei melakukan pemberontakan kepada Cao Cao karena mereka memilik perbedaan prinsip dan ideologi dan dirinya melarikan diri ke Provinsi yang bernama Xu Zhou. Guan Yu yang ditugaskan untuk menjaga kota Xia Pi sebagai Tai Shou.


Dan pada tahun 200. Cao Cao melakukan penyerangan ke daerah Xu Zhou ditempat dimana Liu Bei dan Zhang Fei berada. Setelah itu mereka kabur untuk melindungi istri Liu Bei, Guan Yu terpaksa menyerahkan diri kepada Cao Cao. Cao Cao kemudian mengangkat Guan Yu sebagai Jendral Perang dan berusaha memenuhi apa yang ingin Guan Yu katakan kepada Cao Cao. Setelah itu Cao cao juga mengutuse Zhang Liao ( dia adalah teman Guan Yu yang telah berpihak kepada Cao cao ) untuk mengetahui apakah yang Guan Yu inginkan Guan Yu. Guan Yu kemudian mengatakan kepada Zhang Liao. "Saya mengakui bahwa sebenarnya Cao Cao sangat baik terhadap saya. Tetapi saya berhutang budi kepada Liu Bei dan pernah bersumpah akan sehidup semati bersamanya. Saya tidak akan mengingkari Sumpah tersebut. Jadi karena itu, saya tetap akan kembali berusaha mencari keberadaan Liu Bei. Tetapi sebelum saya pergi dari pihak Cao Cao saya akan melakukan suatu hal yang berguna untuk kebaikannya kepada diriku". ucap Guan Yu kepada Zhang Liao. Setelah itu Cao Cao merasakan betapa setianya Guan Yu kepada kakak angkatnya tersebut.


Pada Saat peperangan Cao Cao dengan Yuan Shao yang dikenal sebagai perang Guan Du, Yuan Shao mengirimkan beberapa pasukan dibawah tangan jendral Yan Liang menyerang daerah Bai Ma pertahanan Bai Ma berada dalam situasi yang sangat mendesak. Cao Cao mengirimkan pasukan  terbaiknya yang dipimpin oleh Zhang Liao dan Guan Yu untuk mempertahan wilayah tersebut. Pasukan yang dipimpin oleh Yan Liang dipukul mundur dan berhasil meraih wilayah Bai Ma. Dan untuk mencegah perginya Guan Yu dari kerjaannya, Cao cao meminta kepada kaisar Han Xian Di untuk segera memberikan gelar bangsawan Shou Ting Hou.