REGISTER SLOT CASINO SPORTSBOOK POKER PROMO BERITA Cerita Unik | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Rabu, 01 Desember 2021

KESETIAAN ZHAO YUN KEPADA LIU BEI

KESETIAAN ZHAO YUN KEPADA LIU BEI

 

   

                Ini adalah lanjutan dari cerita Zhao Yun yang begitu setia Liu Bei. Pada Waktu itu ternyata pergi mencari kedua Istri Liu Bei dan anak Liu Bei yang ternyata masih bayi bernama Liu Shan. Dia kehilangan mereka semua karena terus bertempur di malam sampai pagi hari. 

Zhao Yun yang ditugaskan oleh Liu Bei untuk melindungi istri dan anaknya, jadi sangat tidak mungkin bagi Zhao Yun untuk kembali kepada Liu Bei begitu saja. Dia memilih berjuang sampai titik darah penghabisan untuk menerobos puluhan ribu pasukan untuk menyelamatkan mereka. Dia menemukan Lady Gan yang merupakan istri pertama Liu Bei. 

Tetapi ternyata Lady Mi dan Liu shan tidak bersama dengan dirinya. Dia segera kembali ke Chanban untuk menyelamatkan Lady Gan. Zhang Fei yang sedang berada di Changban sangat emosi ketika melihat Zhao Yun yang datang kepadanya. Zhan Yun tanpa bekata sepatah kata pun langsung menitipkan Lady Gan dan pergi begitu saja untuk kembali mencari Lady Mi dan Liu Shan. 

Pada akhirnya ada beberapa petunjuk yang didapatkan dari rakyat sipil tentang kabar tersebut. Zhao Yun pun berhasil menemukan mereka. Saat Zhao Yun pergi menyelamatkan mereka, Lady Mi menolak untuk ikut dengan dirinya. Dia menyadari bahwa kalau dia ikut dengannya nanti akan membebani Zhao Yun. Dia melihat jalur pelarian yang begitu berbahaya dan mereka sedang berada di wilayah musuh.

Lalu dia menitipkan anaknya kepada Zhao Yun, Lady Mi melompat kedalam sumur untuk bunuh diri. Zhao Yun yang begitu kaget ketika tidak bisa berbuat apa-apa setelah melihat hal tersebut. 

Setelah kejadian itu Zhao Yun yang begitu emosi memacu kudanya dengan kencang ke berjalan ke Changban serta membawa Liu Shan yang dia gantungkan ke baju perangnya. Dia dengan berani mempertaruhkan nyawa dengan menembus pertahanan pasukan Cao Cao yang begitu ketat.

Disinilah keberanian seorang Zhao Yun diperlihatkan, siapapun yang mencoba menghalangi dirinya akan dia bunuh dengan tombaknya. Dia bahkan mendapatkan pedang pusaka biru dari tangan Xiahou En. Jendral tinggi dari pasukan Cao Cao. Melihat kehebatan Zhao Yun yang begitu tangguh, Cao Cao memerintahkan pasukanya untuk menangkap Zhao Yun Hidup-hidup. 

Pada saat itu Zhao Yun berusaha melarikan diri, dan pada akhirnya dia sampai di jembatan perbatasan Changban dengan penuh luka dan sudah berlumuran darah. Padahal di belakang dirinya sudah dipenuhi pasukan Cao Cao yang sedang mengejar dirinya. Zhang Fei yang melihat kejadian tersbut langsung membantu Zhao Yun untuk melawan pasukan dari Cao Cao. 

Setelah melihat keadaan sudah aman dan terkendali, Zhao Yun pun datang menghampiri Liu Bei dan menyerahkan Liu Shan. Dia berlutut sambil menangis tersedu, Liu Bei yang begitu tersentuh dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Zhao Yun. Liu Bei merasakan kesetiaan Zhao Yun yang begitu setia dan dengan tak segan-segan dia menjadikan Zhao Yun sebagai jendral perang utama pasukan Liu Bei. 

Setelah pertempuran Chibi ( Battle of Red Cliff) Zhao Yun kembali berperang dalam menaklukan wilayah yang di kuasai oleh Cao Cao dibagian selatan. Zhao Yun pun pada akhirnya diangkat menjadi Civic Chairman jendral Guiyang menggantikan Zhao Fan. 

Zhao Yun lalu di jodohkan untuk menikahi adik iparnya Lady Fan. Ladu Fan ini begitu cantik dan sangat anggun. Banyak orang yang juga mendukung kalau Zhao Yun dinikahkan dengan Lady Fan. Tetapi Zhao Yun merasa ada siasat buruk dari Zhao Fan. Dia menolak pernikahan tersebut dengan jawaban. Kita memiliki marga yang sama, jadi karena itu saya sudah menganggap anda sebagai saudara ku.

Pada akhirnya dia tidak jadi dijodohkan dengan Lady Fan. Ternyata kekhawatiran Zhao Yun terbukti, Zhao Fan memang mempunyai niat buruk setelah ketahuan setelah itu dia kabur melarikan diri dari Guiyang. 

Ketika itu Liu Bei mulai masuk kedalam wilayah provinsi Yi, Liu Bei kembali menugasi Zhao Yun untu mengawasi istri ketiganya Lady Sun. Lady Sun adalah adik dari Sun Quan yaitu kaisar negara Dong-Wu. Liu Bei yang khawatir dengan Lady Sun bersama bawahannya sering melakukan keanehan dan berbuat onar begitu banyak.

Liu Bei yang percaya kepada Zhao Yun untuk menjaga bagian pertahanan Gong'an, sehingga dia kembali menunjuk Zhao Yun sebagai perwira Utama. Setelah itu Liu Bei meninggalkan Jing. Dan Sun Quan kembali membujuk adiknya untuk kembali. Lady Sun kembali berencana membawa Liu Shan bersamanya dan untungnya pada saat itu Zhang Fei dan Zhao Yun berhasil menghentikan pergerakan mereka di sungai Yangtze dan menyelamatkan Liu Shan.

Pada saat itu ada beberapa orang menyarankan Liu Bei untuk memberikan sebuah penghargaan kepada para jendral yang berperang pada saat itu. Tetapi Zhao Yun menolak akan hal tersebut, karena dia merasa tidak boleh cepat puas dengan hasil yang di dapatkan. Tujuan utama dia adalah menyatukan seluruh negara, jika ingin hidup damai. Dia juga memikirkan nasib para penduduk Yi Zhou, mereka telah terlalu menderita karena berperang. 

Pada saat itu Zhao Yun membuat ide untuk mengembalikan tanah itu kepada rakyat Yizhou, supaya mereka bisa bersyukur. Dengan cara inilah Liu Bei bisa kembali membangun kejayaan Rakyat Yizhou untuk mendukung ambisinya. Dan pada akhinrya Liu Bei menerima saran dan nasihat dari Zhao Yun. 

Selasa, 30 November 2021

CERITA TENTANG ZHAO YUN SANG ANAK NAGA DAN MENJADI PENGIKUT LIU BEI.

CERITA TENTANG ZHAO YUN SANG ANAK NAGA DAN MENJADI PENGIKUT LIU BEI.

    

                


                        MATAHARIBET88 - Halo Guys hari ini Admin akan membahas tentang Panglima Perang lainnya. Kali ini Admin akan membahas tentang Zhao Yun dari Romance Three Kingdom.

Zhao Yun atau dengan sebutan sebagai Anak Naga ini sangat amat terkenal sampai saat ini banyak yang bercerita tentang dirinya sebagi salah satu panglima perang yang di takuti pada masanya. Dia Muncul sebagai Sequential game Dynasty Warrirors, Dan game lain yang mengadaptasi kan dirinya sebagai hero atau pahlawan. Jadi kali ini akan membahas kisah dan masa lalu dari Zhao Yun.

Zhao Yun atau Zilong ini adalah salah seorang Lima Jendral Harimau dari negara Shu pada masa perang dunia Tiga Negara (Sam kok). Dia memiliki nama lengkap yaitu Zhao Zilong yang artinya Anak Naga. Dia lahir di Zhending, provinsi Chang Shan, pada tahun 168 M. Zhao Yun sering disebutkan sebagai Pemuda Tampan yang cerdas, penyabar, dan tidak mengenal kata takut. Sewaktu Muda dia sudah menjadi seorang jendral perang yang sangat handal dalam berperang. Sepanjang karirnya semasa menjadi jendral perang dia mengabdi kepada salah seorang raja dari Negara Shu yaitu Liu Bei.

Sebelum dia bergabung dan setia mengikuti Liu Bei, perjalanan karirnya cukup panjang. Pada Awalnya Zhao Yun pernah bersama Yuan Shao, dia adalah penguasa dari Tiongkok Utara. Tetapi pada akhirnya dia meninggalkan Yuan Shao karena menganggap kalau Yuan Shao sangatlah ceroboh dan tidak becus dalam mengurus rakyat dan tidak mempunyai rasa kesetiaan. Dengan tidak sengaja dia kemudian bertemu dengan Gongsun Zhan yang pada saat itu sedang berperang dan akan di bunuh oleh salah satu jendral Yuan Shao yang terkenal sangat garang bernama Wen Chou. Dia sangat bersyukur karena telah di tolong dan berhutang budi karena kehebatan Zhao Yun, Gongsun Zhan pada akhirnya tidak ragu membujuk Zhao Yun bergabung dengan pasukannya.

Pada awal karir dia menjadi pasuka Gongsun Zhan, Dia diangkat menjadi seorang komandan pasukan yang bersikan relawan dari pedesaan. Sedangkan Gongsun Zhan yang pada saat itu adalah panglima perang yang tidak setuju dengan pemerintahan negara yang sedang di pimpin oleh Dong Zhou. pada tahun 192M Liu Bei bersama kedua saudaranya yaitu Guan Yu dan Zhang Fei sedang bersekutu dengan Gongsun Zan.

Lalu setelah itu mereka bergabung dan ditemani oleh Zhao Yun yang mendapatkan tugas untuk mempertahankan kota Ping Yuan. Karena mereka terus bersama disaat berperang, mereka saling berbicara membahas dan saling berbagi tentang pengalaman hidup mereka semasa hidup. Disitulah letak ikatan batin yang tercipta antara mereka berdua terbentuk dan pada akhirnya mereka menjadi sahabat pada saat itu dan seterusnya.


Setelah beberapa waktu berjalan, Zhao Yun mendapatkan kabar bahwa saudaranya telah meninggal. Dia meminta izin kepada Gongsun Zhan untuk datang menghadiri upacara pemakaman saudaranya itu. Saat Liu Bei telah mendengar tentang kabar tersebut dia sadara kalau Zhao Yun tidak akan kembali bergabung sebagai pasukan Gongsun Zhan sebagai pasukan perangnya. Liu Bei begitu yakin dengan Zhao Yun karena dia pernah berkata kalau Gongsun Zhan tidak jauh berbeda dengan sifat Yuan Shao. Ketika dia mengetahui kalau Zhao Yun telah pergi, Liu Bei juga segera datang bertemu dengan Zhao Yun di kediaman adiknya. Lalu mereka saling memberi hormat satu sama lain dan suasana perpisahan yang sangat mengharukan.

Tetapi takdir berkata lain, mereka kembali di pertemukan pada tahun 200M. Dimana saat itu Liu Bei kalah dalam mempertahan wilayahnya yaitu Xuzhou dari serangan Cao Cao. Liu Bei yang pada saat itu sedang berpisah dengan dua saudaranya yaitu Guan Yu dan Zhang Fei akhirnya kabur dan berlindung di kota Ye adalah wilayah Yuan Shao. Pada akhirnya Liu Bei dan Zhao Yun bertemu kembali, setelah itu mereka berbincang dan pada akhirnya Zhao Yun akhirnya bersedia ikut dengan Liu Bei dan mengabdi kepada Liu Bei sampai akhir hayatnya.

Seperti yang di ceritakan dalam Romance Three Kingdom kalau persahabatan antara Liu Bei dan Zhao Yun itu sangat erat sekali. Dan mereka pernah tidur di tenda yang sama di kota Ye disaat situasi sedang sangat genting. Dikota tersebut Liu Bei memberikan perintah kepada Zhao Yun untuk kembali merekrut pasukan sebanyak-banyaknya secara diam-diam tanpa sepengatahuan Yuan Shao. 

Setelah itu Zhao Yun dan Liu Bei berperang bersama. Zhao Yun terus ikut bertempur bersama Liu Bei untuk mengalahkan wilayah bagian Utara Cina. Pada saat itu Liu Bei mendapatkan wilayah di kota Runan. Dan pada saat itu lah Liu Bei kembali bertemu dengan dua saudaranya yaitu Guan Yu dan Zhang Fei. Akan tetapi nasib berkata lain pada akhirnya wilayah itu dikuasai kembali oleh Cao Cao. Pada akhirnya Liu Bei mundur dan berlindung kepada Liu Biao. yaitu gubernur provinsi Jing.

Awalnya Liu Biao menerima dengan senang hati akan tetapi Liu Biao merasakan keresahan karena Liu Bei terlalu memegang pengaruh di kota Xinye itu terlalu kuat. Dia bermaksud untuk menjatuhkan Liu Bei, dia pada akhirnya mengutus Liu Bei untuk bertugas ke daerah Bowang dengan alasan adalah memperkuat wilayah tersebut karena itu berbatasan dengan wilayah kekuasaan Cao Cao. 

Cao Cao yang mendapatkan kabar tersebut dia langsung melakukan pertempuran yang di pimpin oleh Xiahou Dun dan pertempuran ini dikenal dengan Pertempuran Bowang. Tetapi rencana Cao Cao kembali gagal karena Liu Bei memiliki siasat dan membuat formasi yang bagus. Di pertempuran itu salah satu pasuka Cao Cao berhasil di tawan. Xiaohun Lan adalah perwira Cao cao dalam hal berperang, dan ternyata dia berasal dari kampung halaman yang sama dengan Zhao Yun. Pada waktu itu dia memohon kepada Liu Bei untuk mengampuni Xiahun Lan.

Pada tahun 208M Liu Biao meninggal dunia dan digantikan oleh anak bungsunya yang bernama Liu Cong. Akan tetapi Liu Cong menyerah begitu saja tanpa memberikan perlawanan ke Cao Cao. Liu Bei terpaksa mengungsi kembali ke daerah Xiakou. Tetapi Cao Cao tidak akan melepaskan Liu Bei begitu saja. Dia kembali melakukan penyerangan dan berhasil menyergapnya di daerah Changban. 

Ditengah penyergapan tersebut Zhao Yun menghilang, salah satu pasukan melaporkan kepada Liu Bei kalau Zhao Yun telah menyerah kepada Cao Cao. Liu Bei yang tidak percaya akan hal tersebut dia sangat yakin kalau Zhao Yun tidak mungkin berkhianat. Lain halnya dengan Liu Bei adiknya Zhang Fei langsung marah mendengar kabar tersebut dan langsung membawa beberapa pasukan untuk memimpin rencana untuk mencari Zhao Yun. 


Lanjut Part 2.

Senin, 29 November 2021

SEJARAH HIDUP LU BU DI ROMAN THREE KINGDOM

SEJARAH HIDUP LU BU DI ROMAN THREE KINGDOM

 

LU BU THREE KINGDOM

                CERITA UNIK - Halo Guys sekarang kita kembali bercerita dengan membahas prajurit Three Kingdom. 

Siapa yang tidak mengenal Karakter dari Three Kingdom ini yaitu Lu Bu. Didalam novel Romance Of The Three Kingdom dia adalah salah satu panglima perang yang begitu Overpower atau kejam juga seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya yaitu Guan Yu atau Kwan Kong. Baca di Sejarah Guan Yu part 1 dan part 2.

Awal Cerita Lu Bu adalah anak yang berkhianat kepada Bapak Angkat. Lu Bu terlahir dengan nama Lu Fengxian. Dia begitu dikenal dengan Berciri khas memakai penutup kepala yang berekor dan memiliki kuda yang diberi nama Red Hare. Memiliki badan yang besar dan keahlian berperang yang sangat tinggi sehingga membuat dia dikenal sebagai seorang Pemanah Berkuda dan Petarung yang seimbang dengan Guan yu dimasanya. 

Lu Bu Mengawali karir dengan mengabdi kepada Ding Yuan. Dia sudah memperlakukan Lu Bu seperti anak sendiri. Pada Suatu hari ada seorang jendral besar yang bernama Dong Zhou mencoba mengecoh dan merayu Lu Bu untuk berpihak kepadanya dan membunuh Ding Yuan dengan perjanjian akan di berikan barang pusaka.

Lalu Lu Bu juga terlena dengan bujukan tersebut dan dia langsung membunuh ayah angkatnya yaitu Ding Yuan. Tentu saja Dong Zhou sangat senang apalagi dia tau kemampuan bertempur Lu Bu begitu hebat dan pada akhirnya dia menangkat Lu Bu menjadi pengawal pribadi atau tangan kanan Dong Zhou.

Dong Zhou pada saat itu dikenal sebagai raja yang lalim. Dia berkuasa atas ibukota kekaisaran dan membuat kaisar boneka untuk memerintahkan kekaisaran China pada saat itu. Dong Zhou memiliki sifat yang emosian dan pemarah sering kali bersikap sangat tidak sopan sehingga banyak penduduk atau masyarakat sangat tidak menyukai dirinya.

Sifat emosi Dong Zhou itu akhirnya menjadi senjata makan tuan bagi dirinya. Pada suatu hari pada saat dia sedang marah kepada Lu Bu sampai melempar Lu Bu dengan sebuah pisau kecil, yang pada akhirnya hampir membuat Lu Bu mati kalau saja tidak sigap dalam menghindari pisau tersebut.

Kembali ke Lu Bu dia juga memiliki sifat yang hampir sama dengan Dong Zhou yaitu Pemarah dan bahkan dia sangat Pendendam. Dia sendiri menyimpan rahasia atas peristiwa kejadian yang baru berlalu ini. Keinginan dirinya untuk membunuh Dong Zhou semakin menjadi, dikarenakan dia sangat mencintai seseorang yang menjadi dayang-dayang Dong Zhou bernama Diao Chan.

Setelah dirinya kesal karena dilempar dengan sebuah pisau kecil. Dia menceritakan hal tersebut ke Ding Yuan, yang pada saat itu sangat membenci Dong Zhou. Dan dia sudah membuat rencana untuk membunuh Dong Zhou pada saat itu. Ding Yuan kembali membujuk Lu Bu untuk membunuh Dong Zhou.

Karena sifatnya yang sangat emosian atau dengan kata lain sangat tempramen. Lu Bu pada akhirnya terbujuk dengan rayuan Ding Yuan untuk membunuh Dong Zhou. Dan akhirnya pasukan lain yang setia kepada Dong Zhou menyerang Lu Bu dan mengusirnya dari kota.

Alhasil Lu Bu pada saat itu membawa kepala Dong Zhou bersama kudanya sampai di suatu tempat. Dan akhirnya Lu Bu masuk dengan dikawal oleh sebuah jendral yang bernama Yuan Shu. Yuan Shu begitu ramah dengan Lu Bu, tetapi kebaikannya itu tidak cukup bagi Lu Bu yang memiliki sifat AROGAN. Lu Bu berpikir dia seharusnya mendapatkan perlakuan yang lebih karena telah membunuh seorang jendral besar pada masa itu. 

Lu Bu akhirnya pergi meninggalakn Yuan Shu dan menghadap Yuan Shao yang merupakan saudara dari Yuan Shu. Dia pun pada akhirnya membantu pasukan Yuan Shao untuk berperang melawan para musuhnya dan akhirnya mereka menang pada saat itu.

Setelah kemenangan dalam peperangan itu Lu Bu menjadi lebih Sombong karena itu. Dia berteriak dan memamerkan kehebatan nya kepada Yuan Shao dan menganggap remeh para jendral yang dimiliki oleh Yuan Shao. Itu Sangat membuat Yuan Shao marah besar ketika melihat tingkah Lu Bu pada akhirnya melarikan diri karena takut akan di bunuh oleh Yuan Shao.

Pada saat ditengah perjalanan pasukan yang mengawal Lu Bu ini ternyata mata-mata Yuan Shao mencoba menusuk Lu Bu pada saat sedang tertidur. Dan mereka menganggap Lu Bu telah tewas, jadi mereka kembali dan melapor kepada Yuan Shao.

Dan yang tewas pada saat itu ternyata bukanlah seorang Lu Bu. Dia sudah curiga dengan tindak tanduk Yuan Shao yang akan membunuh dirinya. Jadi dia memiliki ide dengan menyuruh pengawal yang lain nya tidur di kasurnya dan dia melarikan diri kembali pada malam itu.

Lu Bu kembali melanjutkan petualangannya, dia melakukan begitu banyak hal yang sangat tidak baik. Sampai-sampai dia mengkhianati begitu banyak Panglima dan Jendral dan pada akhirnya dia memutuskan untuk membangun sebuah kerajaan sendiri di Xiapi.

Melihat Lu Bu sedang lemah, tiga pasukan Cao Cao,Liu Bei dan Yuan SHu menyerang kota Xiapi dan mengepungnya selama 3 bulan. Dalam keadaan tersebut Lu Bu dikhianati oleh para bawahannya dan pada akhirnya Lu Bu berhasil ditangkap oleh Cao Cao.

Saat dirinya berhadapan langsung dengan Cao Cao, Lu Bu melakukan hal yang cukup licik dengan cara membujuk sang Jendral Cao Cao tersebut untuk merekrut dirinya sebagai panglima perang. Dia berkata kepada Cao Cao " Tuanku Cao Cao, Aku adalah seseorang yang sangat anda takut salah satunya. Tetapi karena aku sudah dikalahkan oleh mu. Kamu tidak perlu takut lagi Tuan, Izinkan diriku bergabung sebagai pasukan mu dan aku akan mengabdi untuk menguasai kekaisaran.

Cao Cao yang pada saat itu merasa \ba dan hampir saja membuka tali yang sedang mengikat Lu Bu, Tetapi sebelum pada akhirnya penasehat hukum Cao Cao berkata. Tuanku ,apakah anda tidak ingat .dengan apa yang telah dia lakukan kepada ayah angkatnya sendiri. Dia tega membunuh Ding Yuan dan Dong Zhao. Mendengar akan hal tersebut membuat Cao Cao sadar dan tetap akan melakukan eksekusi hukuman mati kepada Lu Bu.

Dan pada akhirnya Lu Bu tewas dengan sangat amat tragis. Kalau jendral yang biasa mendapatkan hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya. Tetapi berbeda dengan Lu Bu dia harus menjalani hukuman mati dengan cara digantung. Menurut Tradisi China kuno itu merupakan hukuman mati untuk wanita.

Sampai sini lah petualangan Lu Bu. Yang dikenal sebagai Petarung Terkuat tetapi mati akan sifatnya yang Pemarah, tidak loyal, dan berkhianat kepada siapapun. Jadi dia itu membuat dirinya dikenang memiliki image buruk dalam sejarah Three Kingdom.

SEJARAH HIDUP CAO CAO DI ROMAN THREE KINGDOM

SEJARAH HIDUP CAO CAO DI ROMAN THREE KINGDOM

 


                        CERITA UNIK - Cao Cao adalah salah satu Raja atau pemilik kekuasaan dari wilayah Wei. Dia mempunya satu kekuasaan dalam memperebutkan kekuasaan semasa akhir masa kekaisaran Han. Dia mencoba mengalahkan semua kekaisaran dalam perang tebing merah, Tetapi dia selalu gagal. 


Selama karirnya politiknya yang panjang, Cao cao membantu begitu banyak peperangan yang terjadi pada pasukan Sorban Kuning dan memperoleh kekuasaan di wilayah Wei.


Disaat sedang mengalami masa sulit secara politik dan ekonomi, Cao Cao yang di lahir di wilayah Anui pada 155. Memang sejak tahun 135 dan seterusnya terjadi begitu banyak pembunuhan dan konflik di pengadilan yang berkuasa pada masa itu. Faksi pengadilan utama adalah para kasim yang dijabat oleh klan dinasti Han dan birokrat.


Dia dikenal sebagai diktaktor Militer pada saat itu, yang merupakan suatu pangkat yang lebih mengerikan dari panglima perang. Dia berambisi untuk menyatukan Tiongkok dengan ekspansi Militer. Walaupun usahanya selalu gagal, Dia tetap berhasil mendirikan negara Wei dan melakukan perubahan administratif dan perubahan reformasi lahan.


Kekejaman yang dilakukan Cao Cao untuk memperebutkan kembali kejayaan masa kekaisaran Han yang hilang dengan cara memanipulasi istana kekaisaran dan kritik politk yang memburuk telah setelah membual tentang reputasi pemerintahan yang buruk. Namanya terkenal sebagai penjahat yang sangat begitu sadis dan kejam pada abad ke-14 menurut novel Roman Three Kingdom.


Emansipasi Cao cao untuk merebut lembah sungai kuning di Wuhuhan timur laut dan berhasil menguasai sebagian besar Tiongkok Utara yang untuk menguasai semua wilayah dinasti Han. Dia selalu kalah pada saat berperang atau bertempur melawan kerjaan negara lain. 


Dia mengalami kekalahan pada saat bertempur di daerah Tebing Merah di Lembah Yangtze (208 M) karena dia tidak mengetahui atau rendah pengetahuan tentang Geografi Lokal. Dan yang menjadi pemenang pada saat itu adalah berasal dari Panglima perang muda Sun Quan yang akan menjadi kaisar dari negara saingannya yaitu Wu.


Dengan memiliki beberapa tanah yang telah dia kuasai, Cao Cao memulai beberapa formasi administrasi dia rancang demi memperkuat pemerintahannya dan memperluas wilayah kekuasaan yang dia miliki untuk menjadi jauh lebih kuat dibandingkan dengan pesaingnya yang lain.


Salah satu formasi yang di buat pada masa kejayaan nya adalah dia membuat sebuah reformasi dengan cara mengekang pengeluaran negara yang terlalu berlebihan menurut dia. Alasan ini dibuat oleh Cao Cao dengan undang-undang yang disahkan oleh nya. misalnya dia melarang para masyarakat menggunakan kain kafan giok yang  begitu mahal.


Langkah lain yang dia buat adalah tentang sembilan peringkat untuk para pejabat pengadilan  atau dengan nama lain Jiupin Zhongzheng, sebuah sistem yang akan dilanjutkan beberapa untuk beberapa dinasti kedepannya.


Tentu itu bukan berarti ada perubahan yang cukup besar dalam hal rekrutmen pejabat ataupun panglima perang , karena Cao Cao melanjutkan tradisi pemilihan menteri dan pejabat negara berdasarkan siapa dia kenal dan berkedudukan di komunitas lokal daripada bakat murni yang dimiliki. Atau dengan kata lain Cao Cao mengangkat pejabat atau prajurit berdasarkan orang yang dekat dengan dirinya. 


Kebijakan lain yang di ciptakan oleh Cao Cao adalah dia mengisi kas negara dengan melibatkan pemukiman warga dengan memperbaiki rumah milik petani yang sempat hilang atau rusak karena peperangan yang telah terjadi. Mereka diberikan defisit untuk pindah ke tanah reklamasi milik pemerintah.


Para pemberontak dan para petani yang telah kalah akan di pindahkan kembali ke penyewa yang membayar biaya pembelian dan hasil jualnya. Dengan demikian itu menjadi sumber pemasukan negara yang berguna untuk masuk kedalam kas negara.


Cao Cao wafat pada tahun 220 M dan dia mendapatkan julukan atau gelar Anumerta Kaisar Wu dari negara Wei. Sejarah kehidupannya tercatat di dalam buku yang dia ciptakan sendiri bernama APOLOGIA. yang dia cetak pada tahun 210-2011 M dan dia membuat sebuah Otobiografi pertama dari Tiongkok Kuno.


Yah Cao Cao dikenal sebagai penjahat yang begitu terkenal di masa dinasi Ming yang bertajuk Roman Three Kingdom. Begitu banyak Opera ( wayang orang ) yang memperankan bahwa Cao Cao adalah pejahat.


Jumat, 26 November 2021

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 2

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 2

 


                CERITA UNIK - Pada tahun 200, Akhirnya GuanYu mengetahui dimana keberadaan Liu Bei. Dan Guan Yu meninggalkan semua harga beda yang di berikan oleh Cao Cao dan pergi mencari Liu Bei. Tetapi para jendral yang berada di bawah arahan Cao Cao mengatakan dan memberikan ide kepada nya untuk pergi mengejar dan membunuh Guan Yu , akan tetapi Cao Cao menolak usulan tersebut terkait dia sangat salut dan hormat kepada Guan Yu. Setelah itu Guan Yu berhasil menemui Liu Bei di kota Ru'nan.


Beberapa tahun berselang pada tahun 208, Liu Bei melakukan emansipasi dengan bergabung bersama kelompok Dong Wu (Wu Timur) untuk melakukan peperangan melawan Cao Cao. Dalam Peperangan ini terkenal dengan Perang Chi Bi. Akibat dari perang tersebut, sekutu Liu Bei dan Sun Quan berhasil memukul mundur pasukan Cao Cao dan akhirnya mereka kalah dalam perang tersebut. Dalam perang tersebut ada Guan Yu, Zhang Fei, Dan Zhao Yun yang ikut ambil andil dalam perang tersebut. Pada akhirnya Liu Bei lah yang berhasil menguasai wilayah Jiang Nan. Liu Bei kemudian memberikan gelar Thai Sou kepada Guan Yu yang artinya setingkat sebagai bupati pemerintahan di kota Xiang Yang dengan jabatan sebagai JENDRAL.


Pada tahun 211, Liu Bei melakukan invasi dan memerintahkan Zhuge Liang bersama Guan Yu untuk menjaga provinsi Jing Zhou. Setahun berselang Zhuge Liang diperintahkan untuk masuk kedalam wilayah Shu dan hanya tertinggal Guan Yu yang menjaga Wilayah Provinsi tersebut.


Pada musim semi Tahun 215, Sun Quan gagal mengambil kembali wilayah Jing Zhou dari Liu Bei dan membuat Sun Zuan memerintahkan Lu Meng untuk menyerang dan merebut kembali daerah Chang Sa, Gui Yang, dan mengepung daerah Ling Ling. Pada bulan ke 5 pada tahun itu, Liu Bei memimpin pasukan sebanyak 50.000 untuk berperang merebut wilayah kekuasaan yang di duduki oleh oleh Dong Wu dan juga memerintahkan Jendral Perang mereka Guan Yu  membawa 30.000 pasukan untuk membantunya berperang akan tetapi Dong Wu juga tidak sampai situ saja dia sudah mempersiapkan semua dengan matang sehingga hampir tidak mungkin untuk kalah. Pada saat itu Dong Wu memiliki jendral perang mereka yaitu Lu Su mengajak Guan Yu untuk bertemu di kota yang bernama Yi Yang, Dimana ada beberapa pasukan Dong Wu. Guan Yu datang menghadiri acara tersebut dengan hanya membawa pasukan dua orang saja. Guan Yu pun berhasil dengan selamat.


Pada Tahun 219 Liu Bei menobatkan dirinya sebagai Raja Han Zhong dan memberikan jabatan kepada Guan Yu menjadi JENDRAL BESAR. Pada bulan ke-7, Guan Yu mengabaikan ancaman dari Dong Wu dan jadinya terjadi peperangan di kota Fan Cheng yang merupakan wilayah kekuasan Cao Cao. Cao Cao kemudian mengirimkan pasukan yang di pimpin oleh Jendral Yu Jin. Guan Yu yang sedang disana membuat rencana dengan pergi membawa air sungai Han ke daerah tempat pasukan berasal dari negara Wei serta menangkap Yu Jin. Cao Cao yang merasa semakin terancam dan berniat berpindah ibukota, tetapi penasehat hukum Sima Yu mengusulkan untuk bersekutu dengan Shun Quan yaitu raja dari Dong Wu untuk melakukan penyerangan kepada pasukan Guan Yu dari belakang. 


Cao Cao pun setuju dengan rencana tersebut dan bersedia untuk bersekutu. Sun Quan yang juga setuju dengan memerintahkan jendral Lu Meng untuk menyiapkan peperangan dengan Guan Yu. Cao Cao mempunyai cara licik dengan membocorkan penyerangan Sun Quan ini kepada Guan Yu yang bermaksud supaya Guan Yu mundur dari peperangan tersebut.


Setelah Guan Yu mengetahui bahwa jendral Lu Meng telah mempersiapkan perang tersebut ke daerah Provinsi Jing Zhou, Guan Yu menjadi ragu dalam mengambil keputusan apakah akan mundur atau maju untuk menyerang kerjaan Wei atau tetap bertahan di provinsi Jing Zhou.


Apalagi anak buah Guan Yu yang sedang bertugas dalam menjaga wilayah pertahanan Nan Jun seperti Mi Fang dan Fu Shi Ren yang tidak senang dengan Guan Yu karena memihak kepada Sun Quan. Pasukan Wu juga telah menyendera keluarga prajurit Shu, oleh karena itu semangat prajurit Shu menjadi lemah. Setelah itu pasukan keluarga Wu yang telah bekerja sama dengan kerjaan Wei melakukan pengepungan kepada pasukan yang di pimpin oleh Guan Yu dan pada akhirnya kalah oleh pasukan sekutu Wu dan Wei.


Guan Yu bersama beberapa pasukan kerajaan Shu mundur ke wilayah kekuasaan Shu yakni di kota Shang Yong. Tetapi sebelum mereka sampai di perbatasan. Guan Yu telah tertangkap oleh prajurit kerajaan Wu yaitu Ma Zhong. Guan Yu yang begitu setia dengan Loyalitas dan Respect kepada Liu Bei tetap tidak akan menyerahkan diri dan pada akhirnya dia dibunuh oleh Ma Zhong dengan hukuman penggal kepala. Guan Yu pun wafat di Usia 56 tahun. 


Dalam Agama Buddha Guan Yu adalah Bodhisatwa pelindung Dharma, dan di Taoisme Guan Yu dilambangkan dengan kesetiaan dengan gelar " Guan Sheng Di Jun ". Di kalangan warga Tionghua Guan Yu dikenal sebagai Guan Gong

Kamis, 25 November 2021

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 1

Sejarah Guan Yu Atau Guan Gong PART 1

 


                CERITA UNIK - Sejarah tentang Guan Yu memang tidak ada habisnya. Dan begitu banyak vesi yang telah menceritakan tentang dirinya sebagai panglima perang pada masa Samkok ( Tiga Kerjaan ) sebagai jendral Besar di kerajaan Shu Nan. Guanyu sendiri bersama dengan tokoh lainnya seperti Jendral Zhang Fei, Jendral Zhao Yun dan Penasehat militer Zhuge Liang membantu Liu bei mendirikan negara kerjaan Shu Han yaitu menjadi negara kerjaan di Masa Samkok. Guan Yu yang mendapat jabatan sebagai Jendral Besar dan juga gelar bangsawan Shou Ting Hou di masa dinasi Han.


Pada tahun 184, Guan Yu melanggar hukum di daerah kampung halamannya yaitu Hedong yang memaksakan dirinya harus melarikan diri. Lalu ketika dia tiba di daerah Zhuo Jun, GuanYu bertemu dengan Liu Bei yang sedang merekrut pasukan untuk membantu pemerintahan Dinasi Han dalam berperang melawan pemberontakan Huang Jin. Karena mereka memiliki tujuan dan ambisi yang sama yaitu membangkitkan kembali Dinasti Han dan menciptakan kedamaian untuk masyarakat mereka. Dan pada akhirnya Guan Yu memutuskan untuk ikut Liu Bei untuk berjuang mewujudkan impiannya tersebut.


Puluhan peperangan pun telah di lewatinya bersama sahabat sekaligus saudara nya yaitu Liu Bei dan Zhang Fei. Dengan berani dan tanpa takut, Guan Yu bersemangat untuk berperang. Meskipun di peperangan sering terjadi kekalahan dan ketidak pastian. Tapi itu tidak membuat dirinya mundur ataupun mengeluh serta dia tetap setia bersama kedua orang yang sudah di anggap sebagai saudaranya tersebut berperang pada saat itu.


Tahun 196, Liu Bei yang bergabung dengan pihak Cao Cao yang saat itu sedang menjabat sebagai Perdana Menteri Dinasti Han serta merupakan kelompok yang memiliki wewenang dan berkekuatan besar. Guan Yu pernah memberikan ide kepada Liu Bei untuk berperang dan membunuh Cao Cao pada saat melakukan kegiatan berburu binatang liar di dalam hutan lalu usulan Guan Yu ditolak oleh Liu Bei.


Pada tahun 199, Liu Bei melakukan pemberontakan kepada Cao Cao karena mereka memilik perbedaan prinsip dan ideologi dan dirinya melarikan diri ke Provinsi yang bernama Xu Zhou. Guan Yu yang ditugaskan untuk menjaga kota Xia Pi sebagai Tai Shou.


Dan pada tahun 200. Cao Cao melakukan penyerangan ke daerah Xu Zhou ditempat dimana Liu Bei dan Zhang Fei berada. Setelah itu mereka kabur untuk melindungi istri Liu Bei, Guan Yu terpaksa menyerahkan diri kepada Cao Cao. Cao Cao kemudian mengangkat Guan Yu sebagai Jendral Perang dan berusaha memenuhi apa yang ingin Guan Yu katakan kepada Cao Cao. Setelah itu Cao cao juga mengutuse Zhang Liao ( dia adalah teman Guan Yu yang telah berpihak kepada Cao cao ) untuk mengetahui apakah yang Guan Yu inginkan Guan Yu. Guan Yu kemudian mengatakan kepada Zhang Liao. "Saya mengakui bahwa sebenarnya Cao Cao sangat baik terhadap saya. Tetapi saya berhutang budi kepada Liu Bei dan pernah bersumpah akan sehidup semati bersamanya. Saya tidak akan mengingkari Sumpah tersebut. Jadi karena itu, saya tetap akan kembali berusaha mencari keberadaan Liu Bei. Tetapi sebelum saya pergi dari pihak Cao Cao saya akan melakukan suatu hal yang berguna untuk kebaikannya kepada diriku". ucap Guan Yu kepada Zhang Liao. Setelah itu Cao Cao merasakan betapa setianya Guan Yu kepada kakak angkatnya tersebut.


Pada Saat peperangan Cao Cao dengan Yuan Shao yang dikenal sebagai perang Guan Du, Yuan Shao mengirimkan beberapa pasukan dibawah tangan jendral Yan Liang menyerang daerah Bai Ma pertahanan Bai Ma berada dalam situasi yang sangat mendesak. Cao Cao mengirimkan pasukan  terbaiknya yang dipimpin oleh Zhang Liao dan Guan Yu untuk mempertahan wilayah tersebut. Pasukan yang dipimpin oleh Yan Liang dipukul mundur dan berhasil meraih wilayah Bai Ma. Dan untuk mencegah perginya Guan Yu dari kerjaannya, Cao cao meminta kepada kaisar Han Xian Di untuk segera memberikan gelar bangsawan Shou Ting Hou.


Senin, 22 November 2021

Kisah Tiga Kerajaan ( Sam kok ) tiongkok

Kisah Tiga Kerajaan ( Sam kok ) tiongkok

 


                Cerita Sam kok - Kisah klasik di negara China ini begitu populer hingga beredar puluhan yang di adaptasikan sebagai film, game, bahkan komik yang hampir tidak pernah putus ceritanya. Bercerita tentang usaha ratusan tokoh dalam berperang dan menyelamatkan negara mereka dari Kehancuran ( Han AD 220-289 ). Dimulai dari usaha menumpas pemberontakan dan memperbaiki negara, tetapi karena ada perbedaan motivasi. pandangan dan kepentingan masing-masing tokoh akhirnya berujung pada perpecahan yang terjadi pada 3 negara atau kerajaan.

                Uniknya Kisah Tiga Negara bukan hanya sekedar kisah atau mitos belaka tetapi betul-betul bercerita tentang tokoh dan pelaku sejarah yang betulan ada dan hidup di masa tersebut. Rangkaian kejadian yang diceritakan sampai akhirnya pecah menjadi 3 kerjaan sesuai dengan sejarah yang diungkapkan. hanya saja banyak versi yang berbeda kejadian. detail serta akurasinya yang berkurang atau berubah karena terus menerus diceritakan ulang secara lisan sejak kejadian tersebut berjalan pada abad ke 3.

                Padahal kisah Sam kok itu sejatinya adalah karya sastra. Faktor kekayaan sejarah di dalamnya adalah kepintaran oleh penulis yakni Luo Guanzhong ( 1330-1400) dalam menceritakan konflik yang terjadi sesuai dengan kejadian aslinya sebagai sejarah politik. motivasi hingga amsbisi yang dimiliki oleh sekian ratus tokoh dalam cerita. Hal ini membuat dunia menciptakan cerita ini mejadi sangat nyata dan begitu real. Tapi sebenarnya di dalam cerita tersebut banyak kesalahan dan inakurasi sejarah.

              Sebagai karya sastra kisah Tiga Negara yang memiliki ragam kekeliruan sejarah. Hal ini terjadi karena 2 alasan. alasan yang pertama adalah terbatasnya data sejarah yang dimiliki oleh sang penulis. Ketika itu catatan sejarah resmi tersimpan oleh lembaga kekaisaran sehingga di kaji ulang hampir mustahil untuk melakukan kecuali oleh pejabat terkait. Karena itu kemungkinan terbesar penulis hanya berkerja dengan tulisan dan data-data sekunder yang diwariskan oleh penulis-penulis sebelumnya.

            Kisah Tiga Negara dipercaya bukan hasil karya dari seorang pengarang saja tetapi komplikasi dari puluhan bahkan tulisan yang dikumpulkan dari satu generasi ke generasi lainnya, karena itu Luo Guanzhong tidak menuliskan namanya dalam cetakan Kisah Tiga Negara karena menganggap karya tersebut bukanlah hasil ciptaan pribadi. Lalu alasan yang kedua, kekeliruan sejarah dalam kisah Tiga Negara terjadi karena faktor kesengajaan.

            Jangan bingung, kekeliruan sejarah ini disengaja karena bertujuan untuk menggugah Nasionalisme dan semangat bela negara generasi muda di zamannya. ketika kasih ini dibuat negeri China sedang dikualisi oleh bangsa asing yakni dinasti Yuan (Mongol) dan sedang berjuang untuk merebut kemerdekaan kembali. Oleh karena itu dalam cerita banyak yang dilakukan penekanan pada unsur cinta negara, loyalitas kepada bangsa dan mejunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

          Sementara Liu Bei diceritakan sebagai penguasa ideal yang di cintai rakyat. Cao Cao seorang tokoh dari kubu lain diceritakan sebagai sosok licik, ambisius, kurang bermoral. Hal ini terjadi karena kebutuhan narasi cerita yang membutuhkan sisi baik dan sisi jahat agar menarik untuk diikuti. Cao cao sekedar mendapatkan porsi Antagonis atau pemeran jahat. tentu bukan hanya soal karakter tetapi jalan ceritanya pun agak menyimpang dari sejarah.

            Faktanya Liu Bei adalah seorang warlord atau penguasa militer yang kapabel dan aktif berperang selama masa konflik sehingga berhasil keluar sebagai salah satu penguasa dari 3 kerajaan. dia memang diketahui lebih peduli dengan nasib rakyat kecil tetapi bukanlah seorang naif yang menolak berperang. banyak siasat dan tipu muslihat perang yang dilakukan oleh Liu Bei tetapi disebutkan untuk dilakukan oleh bawahannya dalam cerita tersebut untuk menjaga imagenya. 

            Demikian juga sebaliknya, Cao cao selalu diceritakan sebagai seorang egois yang berdarah dingin dan penuh kecurangan dalam bertindak, padahal dia melakukan banyak kebaikan juga sehingga penduduk di dataran tengah dan utara china bisa selamat dari bencana kelaparan dan peperangan. menghadapi perbedaan yang kontras antara karya sastra dan fakta sejarah yang sebagaimana kita sebaliknya menyikapi kisah Tiga Negara ?

            Karya sastra Kisah Tiga negara yang kita kenal merupakan kompilasi Luo Guanzhong dan secara formal sebagai Sanguo-yanyi. oleh para ahli, karya sastra ini disebut - disebut memiliki kadar sejarah sekitar 70%. jadi latar belakang dan banyak kejadian yang terjadi lumayan sesuai dengan fakta sejarah tetapi 30% lainnya erkaan karena dibutuhkan untuk kepentingan narasi cerita. lalu bagaimana dengan sejarah asli mengenai era Tiga Negara ?

           Memperkenalkan Sanguo-Zhi atau Records Of the Three Kingdoms. sebuah catatan sejarah yang dituliskan pada masa akhir dinasti Han. Dibuat oleh Chen Shou (233-297) yang hidup pada masa tesebut dan menerima tugas dari pemerintah untuk menulis kejadian yang berlangsung pada masa Tiga kerjaan. Pemilihan Chen Shou sendiri disengaja karena dianggap sebagai sosok yang lebih dikenal dimana dia bukan merupakan pejabat asli dari dinasti yang berkuasa.

            Karya Chen Shou berbentuk kumpulan biografi yang diakuin oleh kekaisaran sebagai dokumen sejarah resmi. tentu dokumen yang sedemikian penting tidak lepas dari beragam kritik. sanggahan , maupun cross check dengan narasumber yang masih hidup atau pencatatan resmi kekaisaran. karyanya tersebut sudah melalui banyak kritisi. revisi dan penilian lanjutan oleh akademi dan departemen pencatatan kekaisaran baik yang sejaman maupun pada era setelahnya.

           Bisa dimengerti bahwa Sanguozhi kemudian diakui sebagai dokumen sejarah oleh para ahli. Bebas dari bias atau propaganda penguasa karena terus-menerus mengalami revisi yang dilakukan oleh para ahli yang hidup di zaman dan dinasi sebelahnya sehingga tidak memiliki kepentingan politis untuk melakukan distrosi sejarah. Karena itu kredibilitas catatan sejarah tersebut dianggap tinggi dan layak menjadi sumber untuk mempelajari sejarah Tiga Negara yang sebenarnya.

            Demikian pentingnya dokumen ini sehingga ketika ditemukan oleh sejarawan modern, ratusan biografi tersebut dengan beragam dokumen pelengkap yang berisi kritisi. komentar serta fakta pembanding yang diwariskan dari suatu generasi ke generasi lainya.

            Catatan sejarah ini sebagian sudah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh para pemerhati sejarah klasik. namun sejauh ini kurang begitu populer dibandingkan dengan versi novelnya karena tidak berbentuk cerita ataupun tanpa narasi. lebih mirip dengan berita yang baku dan formal. setidaknya keberadaan catatan sejarah tersebut membuat pembaca modern mampu memisahkan antara mitos dan fakta yang terjadi dalam kisah Tiga Negara.

            Dengan membandingkan Kisah Tiga Negara atau Sanguo-yanyi dengan catatan sanguo-zhi bisa diketahui peristiwa sejarah yang sebenarnya terjadi. banyak pihak yang sudah melakukan cross check antara sumber tersebut dan mendapati banyak perbedaan. rangkuman dari perbedaan tersebut sudah ada entry wiki-nya sendiri yang bisa dilihat.

        Bisa dilihat formatnya berupa biografi yang bercerita tentang keputusan yang di ambil oleh seorang tokoh, alasan jasa serta tidak luput kesalahan yang mereka perbuat. 


            Sumber : Google